Photo Source: http://www.sfgate.com/blogs/ 

Ketika Terpisah dengan Si Kecil saat Liburan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua? 

Di saat musim liburan, sebagian besar obyek wisata ramai dipadati pengunjung. Tak pelak, beberapa orang tua terpisah dengan anak di tengah tempat wisata yang ramai pengunjung. 

Anak-anak yang rawan terpisah dari orang tua biasanya berusia 2-5 tahun. Anak yang baru bisa atau baru belajar berjalan, sebaiknya digendong oleh orang tua. Anak usia tersebut memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan yang cukup tinggi terhadap sesuatu yang menurutnya menarik. Hal tersebut terkadang membuat seorang anak terpisah dari orang tuanya.

Berikut merupakan kiat  bagi orangtua jika terlanjur terpisah dengan anak: 

  1. Ingat ciri-ciri anak
    Jika orang tua sudah terlanjur berpisah dengan anaknya, jangan panik. Ingatlah ciri-ciri anak Anda. Ciri-ciri tersebut bisa berupa baju dan celana yang dikenakan. 

    Kemudian tekstur wajah dan tinggi badan bisa menjadi salah satu ciri-ciri yang membantu orang tua untuk menemukan anaknya. Ciri-ciri tersebut bisa Anda tanyakan kepada petugas informasi atau ke pengunjung lain di tempat Anda terakhir kali melihat anak Anda.

    Untuk mempermudah dalam mengingat ciri-ciri anak, setiap akan pergi keluar untuk berwisata, potret anak Anda dengan kamera telepon genggam sebelum meninggalkan hotel atau sesampainya di tempat tujuan. Cara ini akan membantu polisi atau petugas keamanan setempar untuk menemukan jika anak Anda hilang karena mereka akan memerhatikan apa yang anak Anda kenakan di hari itu.

  2. Jangan hiraukan informasi dari pengeras suara
    Terkadang orang tua suka menghiraukan informasi dari pengeras suara yang tersebar di beberapa sudut tempat wisata. Jika Anda kehilangan anak Anda, cobalah untuk mendengarkan informasi tersebut karena mungkin saja ini informasi mengenai anak Anda. 

    Beberapa orangtua membekali anaknya dengan Peluit yang dikalungkan ke leher anak. Peluit ini akan ditiup oleh anak ketika merasa terpisah dari orangtuanya. Bila memang dipakaikan Peluit, cobalah untuk berkonsentrasi mendengar suara peluit di tengah kerumunan.

  3. Manfaatkan Pengumuman melalui Speaker dari mal/ tempat wisata 
    Manfaatkan pengumuman melalui speaker mal dengan menyebut nama panggilan anak dan apa panggilan anak ke kita. Contohnya, jika anak memanggil ibunya dengan Umi, mintalah agar petugas yang mengumumkan menyebut ibunya dengan Umi. "Telah hilang anak usia 4 tahun bernama X dengan ciri-ciri memakai kaos hijau dan sepatu hitam. Uminya menunggu di pos sekuriti pintu barat." Siapa tahu anak kita mendengar, dia bisa agak tenang mendengar Umi-nya sedang mencarinya.

  4. Ingat-ingat pembicaraan terakhir atau apa yang kita janjikan. 
    Kalau anda berdua suami atau istri, salah satu harus menunggu di tempat pertama kalinya anda sadar anak anda hilang. Untuk berjaga-jaga, siapa tahu sang anak ingat tempat terakhir kali dia melihat orangtuanya dan kembali ke sana. 

    Anak biasanya juga sangat ingat tentang apa yang dijanjikan kepada mereka sebelumnya di tempat yang kita datangi . Sehingga mungkin dia berinisiatif mencari orangtuanya ke arah  tempat yang dijanjikan tersebut.

  5. Segera Menuju ke Pusat Informasi 
    Ada baiknya, sebelum berangkat, orang tua memberikan pesan kepada anaknya agar tidak bermain terlalu jauh dari sisi orang tua. Orang tua juga bisa menyampaikan kepada anaknya agar segera menuju pusat informasi jika sewaktu-waktu terpisah dari orang tuanya.

  6. Jangan Panik Berlebihan
    Jika anak tersesat, Anda pasti khawatir tapi janganlah panik yang berlebihan. Tetaplah tenang. Sebaiknya jangan meneriakkan nama sang anak berulang kali. Cara ini tidak akan membantu Anda mengetahui keberadaan si kecil lebih cepat apabila dia tidak berada di dekat lokasi Anda. 

    Memanggil-manggil nama anak justru bisa memicu orang yang ingin berniat jahat. Segera laporkan pada pusat informasi, sekuriti atau petugas jaga di lapangan.

  7. Segera Lapor ke Satpam atau Petugas Keamanan 
    Seandainya anak Anda terpisah, segera beritahu satpam atau petugas keamanan yang bertugas.

    Kebanyakan mal, taman hiburan, dan taman umum lainnya memiliki prosedur darurat yang dapat mereka terapkan, misalkan memanggil si anak lewat pengeras suara dan menutup semua jalan keluar, untuk memastikan anak Anda tidak berjalan keluar kawasan itu sendirian atau dibawa paksa oleh penculik. 

    Satpam biasanya akan segera memberitahu semua toko atau karyawan tempat itu bahwa ada anak hilang dan akan mulai menonton video dari semua kamera keamanan.

  8. Carilah lokasi anak dari tempat yang tinggi 
    Ketika mencari sendiri, berdirilah di atas bangku agar Anda lebih tinggi daripada kerumunan orang di tempat itu, dan persempit pencarian Anda dengan melihat warna baju yang dikenakan anak Anda.

  9. Manfaatkan Teknologi dan Jaringan Grup Pertemanan yang Terpercaya
    Ketika terpisah dengan anak, jangan lupa memanfaatkan kecanggihan teknologi smart phone yang kita miliki. 
    Kirimkan informasi tentang ciri-ciri (foto terakhir sebelum terpisah lebih bagus) dan lokasi dimana anak kita hilang ke jaringan sahabat atau pertemanan yang kita percaya. Siapa tahu ada keluarga, sahabat atau teman kita berada di lokasi yang sama dan bisa membantu kita mengidentifikasi anak kita yang sedang tersesat.

  10. Berdoa 
    Jangan pernah lupa berdoa untuk memohon bantuan kepada Tuhan, kekuatan do'a akan terlihat di saat-saat genting seperti itu. Pertolongan bisa datang dari arah yang tidak diduga.

  11. Ketika Anak Ditemukan 
    Yang terakhir, apabila anak sudah ditemukan, cepatlah puji dia dan jangan dimarahi. Anda harus menunjukkan kepadanya bahwa Anda merindukannya dan bahwa lain kali dia harus selalu berada dekat Anda. Jika memarahinya, Anda hanya menambahkan rasa bersalah kepada si anak yang baru saja mengalami pengalaman menakutkan.

    Satu lagi, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang yang telah berhasil menemukan anak kita dan jalinlah silaturahmi dengan orang tersebut sebagai tanda kita berterima kasih dan bersyukur karena anak kita tercinta berhasil ditemukan oleh orang ini. 

Sumber: Kompas Travel www.emakgaoel.com

Baca juga: