Siapa bilang Singapore hanya identik dengan USS, Singapore Flyer dan belanja? Jalan-jalan ke Singapore, terutama dengan anak-anak, ternyata bisa seru dengan berkunjung ke museum-museum, lho! Saya akan bahas beberapa museum di Singapore yang ramah anak ya...

Museum pertama yang menurut saya paling oke untuk dikunjungi bersama anak adalah Asian Civilisations Museum (ACM). Berlokasi di 1 Empress Place di tepi Singapore River, museum ini membahas mengenai kebudayaan negara-negara di Asia Barat & Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur. Di setiap tema besar, museum menyediakan ExplorAsian Zone untuk tempat anak-anak bermain sambil belajar. Di zona Asia Tengah anak-anak diajak untuk mengeksplorasi rumah suku nomad. Di zona Asia Timur mereka diajak bermain di rumah minum teh dan bisa mencium aroma daun teh serta belajar memakai sumpit. Di zona Asia Selatan, anak-anak bisa pakai baju seperti raja-raja Mughal, India. Sedangkan di zona Asia Tenggara anak diajak bertamu ke rumah Toraja, mengerti arti dibalik motif-motif Toraja, mengeksplorasi jenis buah-buahan khas Indonesia dan mencium aroma makanan serta kopi khas Toraja

Label dan informasi yang diberikan juga dibuat singkat dan dituliskan dengan kata-kata yang mudah dimengerti oleh anak. Saya kebetulan ke ACM 2x: tahun 2008 dan 2012 lalu, daaaann ExplorAsian Zone nya berubah lho! Jadi tidak membosankan untuk datang ke museum lagi dan lagi! 

Museum kedua yang ramah anak menurut saya adalah Singapore Philatelic Museum di 23-B Coleman Street. Museum yang bercerita tentang sejarah perangko dan filateli ini didesain dengan gambar-gambar dan warna-warna yang cerah agar menarik untuk anak-anak. Penyampaian informasinya juga tidak membosankan. Misalnya, pengunjung harus membuka atau menarik panil-panil untuk membaca informasi, mencoba menjadi pak pos di zaman dahulu, dan berfoto sebagai perangko!

Lalu ada juga Museum Peranakan yang berada tidak jauh dari Singapore Philatelic Museum (bahkan bisa kok ditempuh dengan berjalan kaki), tepatnya di 39 Armenian Street. Anak-anak yang datang ke Museum Peranakan biasanya akan diberikan sticker-sticker kosong berbentuk lingkaran berwarna emas. Nanti anak harus mencari alat cap khusus bergambar motif-motif peranakan yang tersebar di ruangan berbeda. Apabila sticker dimasukkan ke alat tersebut dan alatnya ditekan, akan tercetak gambar timbul (emboss) motif peranakan di sticker.

Anak juga akan tahu arti atau makna dibalik motif-motif tersebut. Aktifitas ini menyenangkan sekali untuk anak-anak. Malah banyak juga orang dewasa yang terlihat semangat mencari-cari "pos" cap untuk mengetahui arti motifnya. Selain itu, Museum Peranakan juga menyediakan koleksi-koleksi yang bisa dipegang oleh pengunjung, seru ya!

Nah, kalau bertandang ke suatu negara kan kurang afdol rasanya yaa kalau tidak ke museum nasional negara itu, begitu pula kalau ke Singapore. National Museumnya worth visit kok! National Museum of Singapore berada di 93 Stamford Road, kalau mau masuk lewat pintu belakang, bisa ditempuh dengan berjalan kaki juga dari Singapore Philatelic Museum atau Peranakan Museum. Di National Museum ada ruangan untuk pameran permanen tentang sejarah Singapore, dan ada juga ruangan-ruangan living gallery. Living Gallery di National Museum lebih membahas mengenai kehidupaan sehari-hari masyarakat Singapore, misalnya tentang makanan, fashion dan film. Sedangkan di ruangan utama, yang dibahas adalah sejarah Singapore dari A-Z dan pengunjung dipandu oleh audio guide. Namun, pameran dibuat flexible. Pengunjung tidak perlu mendengarkan semua penjelasan kalau tidak mau, kita bisa bebas memilih rute mana yang mau kita ikuti, dan memilih informasi apa yang mau kita dengarkan. Untuk anak, ada rute khususnya! Jadi, penjelasannya juga lebih singkat dan sesuai dengan bahasa anak-anak (walaupun dalam Bahasa Inggris ya hehe).

Museum lain yang biasanya ramah anak adalah ArtScience Museum di Marina Bay Sands. Museum ini biasanya menampilkan pameran temporer yang keren-keren dan berganti-ganti terus. Mereka pernah lho menampilkan pameran Harry Potter, pameran lego dan mumi! Jangan lupa cek website mereka sebelum kesana (http://www.marinabaysands.com/singapore-museum/) untuk tahu pameran apa yang sedang berlangsung.

Mengunjungi museum-museum di Singapore juga tidak terlalu mahal. Biasanya harga tiket untuk anak (dengan menunjukkan kartu pelajar/mahasiswa) setengah harga dari harga dewasa. Ada juga paket harga untuk keluarga yang bisa membuat kunjungan jadi lebih irit. Museum-museum pun buka dari hari senin sampai minggu, bahkan rata-rata jam buka museumnya sampai jam 7 malam!

Walaupun ke museum di Singapore itu lebih seperti bermain, tetapi sebenarnya banyak sekali yang dipelajari. So, kapan-kapan kalau ke Singapore, terutama dengan anak, yuk sempatkan mengunjungi museum!

Oleh Ajeng Ayu Arainikasih (Museum Ceria) untuk LiburanAnak.com, Agustus 2013.