Sampai saat ini, moda transportasi umum yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah kereta api. Seiring perkembangan jaman, kereta api telah mengalami banyak perubahan. Mulai dari fasilitas umum di stasiun, penambahan rute kereta api hingga kemudahan dalam membeli karcis. Di Pegipegi, Anda bisa merasakan pengalaman memesan tiket mulai dari kereta api, pesawat, bus dan travel hingga booking hotel yang praktis serta aman. Disertai dengan program diskon liburan dan akhir tahun.   

Di antara banyaknya inovasi yang telah dilakukan pihak kereta api, perubahan dalam hal peraturan adalah yang paling terasa. Dari rentang waktu sekitar tahun 2012 hingga sekarang, kereta api telah mengeluarkan peraturan baik ketika di area stasiun hingga di dalam kereta api. Apa sajakah hal-hal yang penumpang tak boleh lakukan di atas kereta? Berikut ulasannya:

Jangan Pernah Merokok Dan Membawa Barang Terlarang Di Atas Kereta
Anda tidak diperbolehkan merokok di area tertentu di dalam stasiun, terutama saat menaiki kereta api. Di stasiun sendiri terdapat smooking area atau kawasan bebas merokok yang telah ditetapkan oleh pihak kereta api. Namun, ketika sudah menginjakkan kaki di dalam kereta, Anda sudah tidak diperbolehkan lagi menyalakan rokok. Tidak ada smooking area di dalam kereta api.

Larangan ini dipertegas dengan adanya papan pengumuman di setiap gerbong kereta api serta diumumkan oleh petugas saat kereta api berjalan. Mulai dari tempat duduk, bordes, hingga toilet kereta api merupakan kawasan yang terlarang untuk menyalakan rokok. Jika Anda tetap nekat merokok, Anda akan ditegur oleh petugas kereta api. Lalu, Anda akan diturunkan di stasiun persinggahan selanjutnya.

Ditambah lagi, jika ada penumpang lain yang kebetulan merekam aksi merokok dan mengunggahnya ke sosial media, Anda akan dibuat malu tentunya. Sanksi sosial macam ini telah dialami oleh banyak pelanggar aturan kereta api. Bahkan di tahun 2017 ada seorang ayah yang ketahuan merokok di toilet oleh petugas. Tak ayal karena kelakuan sang ayah, satu keluarga terpaksa harus turun di stasiun berikutnya yang mana masih jauh dari tujuan mereka.

Selain rokok, ada beberapa barang yang dilarang dibawa saat Anda berada di kereta api. Barang terlarang secara hukum (narkoba, zat adiktif lainnya dan lain-lain menurut undang-undang), senjata api, senjata tajam, jenis binatang apapun, papan selancar, barang yang mudah meledak dan terbakar dan barang dengan bau menyengat.

Bagasi Kereta Maksimal 20 Kilogram
Tak hanya pesawat dan kapal, kereta api juga mempunyai berat maksimal bawaan penumpang. Tiap penumpang hanya diperbolehkan membawa barang di dalam kabin maksimal 20 kilogram dan volume maksimal barang sebesar 100 dm3. Jika Anda berencana membawa sepeda lipat, pilihlah sepeda yang dapat dikemas secara partisi dengan aman dan tidak menimbulkan potensi bahaya bagi penumpang. Anda juga tidak diperbolehkan meletakkannya di gerbong kereta makan maupun di sambungan antargerbong. Barang seperti kursi roda, alat bantu jalan dan kereta dorong untuk bayi masih diperbolehkan dibawa menuju kabin kereta.

Luggage

 

Jangan Tiduran Di Lantai Kereta

Tiduran di lantai kereta merupakan hal yang dinilai mengganggu kenyamanan publik. Maka, Anda dilarang tiduran di sisi manapun di dalam kereta api. Hal ini juga ditegaskan oleh pengumuman petugas kereta api. Jika Anda melanggar, Anda akan ditegur oleh satuan keamanan kereta api dan kondektur.

Melakukan Tindakan Membahayakan Penumpang Lain Ketika Naik Kereta

Tindakan yang membahayakan penumpang di antaranya membawa minuman keras yang menyebabkan mabuk, mencuri bawang bawaan penumpang, hingga modus-modus yang dapat mengancam keselamatan penumpang. Saat ini, kereta api telah dilengkapi CCTV di setiap gerbongnya pada setiap kelas kereta. Selalu waspada dan jagalah diri serta bawaan Anda saat berada di kereta api.

Train

Melakukan Tindakan Pelecehan Seksual Atau Asusila Di Atas Kereta
Sejak tanggal 20 Juni 2019, PT KAI telah menerbitkan SOP (Standar Operasional Prosedur) tentang penanganan pelecehan seksual di atas kereta. Mulanya, SOP ini masih bersifat umum seputar pengaturan agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Tapi semenjak ada kejadian pelecehan seksual yang dialami seorang penumpang wanita pada KA jurusan Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi, pihak KAI memperbarui peraturannya menjadi lebih spesifik.

SOP ini terdiri dari 10 langkah penanganan korban pelecehan seksual di atas kereta api. Petugas menerima laporan dari penumpang, melakukan investigasi awal, membuat laporan tertulis dan pelaku diturunkan di stasiun pemberhentian berikutnya. Tiket pelaku asusila tadi akan ditandai oleh kondektur sebagai bukti pelanggaran di atas kereta api. Nantinya, kondektur akan berkoordinasi dengan petugas stasiun setempat untuk menindaklanjuti hal selanjutnya.