Sumber Foto: Kompas 

Tips agar Tak Terpisah dengan Si Kecil Saat Liburan 

Di taman wisata, kebun binatang, bahkan di mal sekalipun, kejadian anak yang terpisah dengan orangtua kerap terjadi. Apalagi pada saat libur hari besar atau hari raya dimana hampir semua obyek-obyek wisata dipadati pengunjung.

Saking padatnya, rombongan yang datang bisa terpisah-pisah saat berdesakan. Bisa juga karena terlalu asyik bermain dan jalan-jalan, anak jadi terpisah dari rombongan; orangtua pun lengah karena terlalu banyak yang diperhatikan dan dipikirkan

Umumnya, kejadian terpisah antara anak dan orangtua terjadi pada anak-anak usia di bawah lima tahun. Anak-anak yang terpisah dengan orangtua akan panik dan menangis.

Di saat seperti itu, petugas di obyek wisata biasanya akan membawa si kecil ke pusat informasi obyek wisata. Petugas kemudian mengumumkan anak yang terpisah dengan orangtuanya dari pengeras suara.

Walau begitu, anak-anak usia di atas 5 tahun pun kerap terpisah dari orangtua. Karena panik, ia pun semakin bingung mencari cara untuk bisa menemukan orangtuanya.

Berikut beberapa kiat dari Kompas Travel dan Wolipop agar Anda dapat menghindari kejadian terpisah dengan si kecil saat berdesakan di suatu obyek wisata: 

  1. Bekali Anak Anda.
    Ajarkan si kecil sejak dini tentang identitas dirinya sendiri dan juga nama orang tua . Sering kali saat terpisah dari orangtua, anak panik dan menangis sambil meneriakkan sapaan untuk orangtua seperti “Ibu” atau “Bapak”.Namun, ketika petugas menanyakan nama orangtua, si kecil tak mengetahuinya. Jika si kecil sudah mengenal angka, latih agar anak Anda menghafal nomor telepon genggam Anda.

  2. Kartu Pengenal.
    Tuliskan di secarik karton kecil keterangan data diri si anak, yaitu nama lengkap orangtua, nama anak, golongan darah si anak, alamat rumah, dan nomor telepon. Tuliskan tiga nomor telepon, satu nomor rumah dan dua nomor telepon genggam.

    Lalu, karton ini Anda masukkan ke dalam kantong terbuat dari kulit sintetis. Ukuran kantong sebaiknya kecil saja, sekitar lebar satu sentimeter dan panjang tiga sentimeter. Kantong ini kemudian diberi tali untuk kalung.

    Hasilnya adalah tanda pengenal yang bisa dikalungkan oleh si kecil. Jangan lupa untuk mengajarkan si kecil agar menunjukkan tanda pengenalnya kepada petugas jika terpisah dengan orangtua.

    Pilihan lain adalah gelang tanda pengenal. Pastikan tanda pengenal tidak mudah rusak dan luntur karena basah serta mudah dibawa ke mana-mana atau nyaman dipakai.

    Alternatif terakhir adalah bekali anak dengan Peluit yang dikalungkan, sehingga saat dia merasa kehilangan orangtuanya dia akan meniup peluit itu keras untuk memberi tanda keberadaannya.

    Selain tanda pengenal, bila saat liburan menginap di sebuah hotel jangan lupa ajarkan anak Anda untuk melafalkan nama dan alamat hotel/tempat menginap dengan benar, atau berikan kartu nama penginapan Anda kepadanya. Terangkan padanya untuk memberikan alamat hotel kepada pihak berwajib atau supir taksi yang dia temui saat tersesat.

  3. Baju Warna Terang
    Pakaikan anak baju berwarna terang agar lebih mudah dikenali saat terpisah di keramaian. Kuning lemon atau hijau stabilo sangat disarankan karena lebih menarik perhatian. Anda juga harus mempunyai satu set pakaian yang hanya dipakai sang anak saat bepergian ke luar atau tempat yang ramai agar mudah mengingat pakaian apa yang mereka kenakan.

  4. Lindungi Identitas Anak
    Anda harus melindungi identitas anak saat di keramaian. Anak-anak cenderung mudah termakan rayuan ketika orang asing memanggil nama mereka, berpikir kalau orang tersebut baik. Jangan memakaikan baju atau perhiasan bertuliskan nama mereka.

  5. Potret Anak Anda
    Setiap akan pergi keluar untuk berwisata, potret anak Anda dengan kamera telepon genggam sebelum meninggalkan hotel atau sesampainya di tempat tujuan. Cara ini akan membantu polisi untuk menemukan jika anak Anda hilang karena mereka akan memerhatikan apa yang anak Anda kenakan di hari itu.

  6. Tentukan Tempat Bertemu.
    Hal ini berlaku pula bila Anda datang dalam rombongan, walaupun tanpa anak-anak. Misalnya Anda datang bersama rombongan teman-teman.

    Memang ada teknologi bernama telepon genggam. Namun lain ceritanya jika telepon genggam kehabisan baterai atau hilang karena kecopetan. Oleh karena itu, tentukan titik bertemu jika tak sengaja terpencar.

    Jadi, sebelum menjelajahi obyek wisata, tentukan secara bersama-sama lokasi pertemuan jika terpisah. Bisa juga dengan cara menentukan lokasi bertemu untuk makan siang bersama.

    Pilihan lain yang paling aman adalah mencari tahu terlebih dahulu pusat informasi obyek wisata tersebut. Cari pusat informasi yang terdekat dengan pintu masuk. Dan, jadikan pusat informasi atau kantor petugas keamanan sebagai titik bertemu.

  7. Peringatkan Anak tentang Bahaya Bicara dengan Orang Asing & Berjauhan dari Orangtua
    Bicara pada anak Anda tentang bahayanya jika berbicara dengan orang asing dan ingatkan mereka betapa pentingnya untuk selalu berdekatan dengan orangtuanya. Namun karena terlalu asyik bermain, anak-anak kadang bisa saja tersesat dan orangtua pun mudah lalai dalam pengawasan karena situasi yang riuh.

  8. Kenali Kebudayaan dan Kebiasaan yang Berlaku di daerah atau negara tempat berlibur.
    Ketika liburan di luar negeri, jangan terlalu membiarkan anak Anda bebas pergi ke manapun. Liburan, bukan berarti Anda boleh lengah mengawasi gerak-gerik anak. Sensitif dengan kebudayaan yang berbeda dan memastikan anak Anda tahu hal itu, adalah tindakan pencegahan yang sangat vital.

  9. Ajarkan Anak Mengenali dan Mencari Petugas.
    Ajarkan si kecil membedakan mana petugas keamanan. Oleh karena itu, sebelum menjelajahi obyek wisata, tunjukkan petugas obyek wisata tersebut kepada si kecil. Misalnya seragam yang mereka kenakan warna apa atau seperti apa.

  10. Gendong Anak.
    Pada kondisi serba desak-desakan, sebaiknya gendong saja anak Anda dibanding Anda menggandengnya. Apalagi jika anak Anda masih kecil, saat mengandengnya, bisa-bisa terlepas dari genggaman tangan Anda.

    Jika datang bersama keluarga, usahakan istri di depan, anak berjalan di tengah, dan suami berjalan paling belakang. Jangan lengah dan awasi setiap saat anak Anda. 

Source: Kompas Travel & Wolipop Detik 

Baca juga: 

  • Ketika Terpisah dengan Anak saat Berwisata, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?