Di saat sekolah kiddos dan kantor saya sudah libur, tapi belum bisa mudik karena bapap masih kerja, saya pun tertarik mengajak kiddos mengunjungi Jungleland yang terletak di Sentul. Yup setelah Alam Fantasia, Ah Poong dan Taman Budaya Sentul, hadir lagi satu alasan lainnya untuk menjadikan Sentul our base camp!

Sebetulnya saya penasaran sudah sejak lama ingin tau seperti apa Jungleland Sentul ini dan apa hubungannya dengan The Jungle. Rasa penasaran saya ini bermula dari iklan Jungleland yang saya lihat setiap hari dalam perjalanan pulang dari kantor. Iklan yg sangat besar terpampang di tol Jagorawi arah Cibubur memperlihatkan wahana di Jungleland Sentul dan Robot Zoo. Barulah akhir minggu lalu saya mengerti bahwa Jungeland baru dibuka tgl 3 Agustus 2013 pada bulan puasa, dan terletak di kawasan Sentul.

Tidak sengaja saya melihat iklan mengenai Sentul City di TV, dan Direktur Marketing Jungleland ikut berpromosi. Berulang kali ia mengatakan bahwa wahana di Jungeland Sentul adalah kelas dunia. Ahh, saya jadi penasaran, seperti apa sih wahana kelas dunia itu? 

Jungleland buka pukul 10 pagi

Kami tiba di Jungleland Sentul sekitar pukul 9.30. Karena awam, saya sempat bingung mencari lokasi Jungleland ini dari pintu keluar tol Sentul City. Ternyata, arahnya sama dengan Taman Budaya Sentul, namun masih lurus terus, sampai tiba di gerbang Jungleland. Waktu tempuh dari pintu keluar tol Sentul City, sekitar 20 menit (dengan nyupir santai ya). Setelah membayar Rp 10.000 di gerbang untuk biaya parkir mobil, kami diarahkan untuk menyimpan mobil di tempat yang disediakan, kemudian naik free shuttle (mobil Avanza) ke area Jungleland. Begitu juga ketika kembali ke mobil. Rempong ya!

kiddos di Jungleland

Kami berjalan (cukup jauh) ke tempat pembelian ticket setelah melewati deretan cafe dan restoran yang beberapa sudah mulai beroperasi. Selain dua tempat ini, bakmi Grand Kelinci sudah melayani pengunjung.

Kami pergi berlima, tiga anak dan dua dewasa. Oma yang sudah lansia mendapatkan discount 50%, sedangkan saya, kiddos dan koko Nuel membayar Rp 100.000 per orang. Di Jungleland, peta tidak dibagikan pada saat membeli ticket, namun kita harus berjalan ke information center untuk mendapatkan peta. Ohh please tell me why.. Seharusnya peta dibagikan di booth ticket supaya ga ribet.

Tepat jam 10 pagi, kami diperbolehkan masuk. Tidak ada pemeriksaan tas pengunjung, sehingga ransum yang saya bawa untuk kiddos pun lolos :) 

pembagian zona di Jungleland

Kami langsung menuju zona yang paling dekat dengan pintu masuk yaitu Zona Carnivalia. 

pintu masuk ke Carnivalia, langsung disambut wahana Hihiberan

Yang membuat saya geli sekaligus bangga, mainan di Jungleland Sentul memakai bahasa Sunda donk, walaupun tidak semua istilahnya saya mengerti:p Kami awali petualangan dengan bermain "Muter-muter", sementara koko Nuel berpisah dan bermain Hihiberan.

Dua kali kiddos sempat bertemu character nya Jungleland Sentul, dan walaupun belum kenal siapa namanya, foto dulu lah kita.

Selanjutnya, kiddos minta mengunjungi Robot Zoo di Fun Science Adventure. Hmm, karena kami menghabiskan waktu sekitar satu jam di pagi hari, kami akan buat posting khusus ya tentang Fun Science Adventure dan Robot Zoo nya Jungleland.

kiddos#2 was so happy to play with the rhino robot

 Kami menyusuri wahana yang dekat dengan Robot Zoo, sayangnya Kebut-kebutan tidak beroperasi hari itu, padahal penasaran seperti apa permainannya.

Wahana menantang adrenalin ada di zona ini, ayo buktikan keberanianmu! Saya, dengan alasan menjaga kiddos, tentunya memilih wahana yang aman aja deh *excuse! Kami sempat masuk ke dalam Rumah Jelangkung, di dalamnya kami naik kereta memasuki semacam rumah hantu. Tapi biasa aja sih, ga serem.

ayooo siapa berani?

 Puas di arena dewasa, kami pun beranjak ke arena anak. Kiddos#2 dan koko Nuel mencoba wahana Ceblak-ceblok. Awalnya saya pikir ia akan senang karena permainannya seperti Parachute Drop di Toy Story Land. Tapi ternyata kiddos#2 ketakutan! Ah kasian banget ia menangis tanpa saya bisa berbuat apa-apa. Untungnya setelah permainan usai, ia sudah biasa lagi. Good boy!

main Ceblak-ceblok

 Di area ini juga terdapat area mengambil gambar sebagai Jojo and The Circus. Tentunya kesempatan ini tidak disia-siakan kiddos.

Melihat bom-bom car (disini namanya Mobil Jeger-Jeger:p), kiddos#1 langsung minta segera main, namun sayangnya karena tingginya belum sampai, ia harus menggunakan versi mini untuk anak di area Tropicalia.

mainan lainnya di Carnivalia

Kami pun pindah ke Zona Tropicalia, kami harus berjalan melewati jembatan dan juga melewati kincir angin raksasa yang belum beroperasi. Padahal ini permainan yg kiddos#1 paling suka di Ocean Park Hongkong.

mupeng deh liat kincir angin nya

Disana kiddos langsung asik bermain mini bom-bom car atau yang disebut Brak Brik Bruk.

wahana favoritnya kiddos

Manajemen Jungleland Sentul perlu lebih memperhatikan masalah antrian, karena belum ada atap/ tenda untuk antrian kecuali di Curam Jeram. Di siang bolong, anak-anak harus antri kepanasan untuk main Brak Brik Bruk. Btw, selagi kepanasan, saya banyak melihat kipas angin besar, namun tidak terlihat satupun yang dioperasikan.

antri di bawah terik matahari

Selain Brak Brik Bruk, di zona ini banyak terdapat mainan yang cocok untuk kiddos, namun mereka masih sangat memilih mainan yang sesuai dengan tingkat keberanian mereka:p

wahana di Zona Tropicalia

Untuk makan siang, sebetulnya ada beberapa resto yang sudah buka di luar pintu masuk, namun membayangkan jalan jauh yang harus kami lalui, kami pun memutuskan makan di area foodcourt yang sudah beroperasi. Tidak banyak pilihan, kami hanya pesan paket nasi, ayam goreng, perkedel dan soup seharga Rp 33.000 dengan rasa yang biasa saja. Jumlah kursi dan meja pun terbatas, ga kebayang deh ramenya nanti setelah bulan puasa berakhir.

menu yg tersedia di food court masih sangat terbatas

Sebelum pulang, sekali lagi kiddos minta mengunjungi Robot Zoo. Kesempatan ini saya pergunakan untuk sholat di Musholla yang terletak di belakang Rumah Jelangkung. Musholla cukup besar dan bersih, sayangnya area wudhu untuk wanita terbuka. Padahal ada toilet wanita cukup besar, namun tanpa kran untuk wudhu di dalamnya.

Sejauh pengelihatan saya, nursery room hanya saya jumpai di depan arena Fun Science Adventure. Mudah-mudahan ada juga di area lain, namun tidak saya lewati.

Nursery room di depan Fun Science Adventure

Hari yang tadinya panas, berubah menjadi mendung, dan saya harus sedikit memaksa kiddos untuk pulang karena tidak ingin terjebak kehujanan. Hal ini yang harus juga diantisipasi, area untuk berteduh di Jungleland Sentul masih kurang, jika turun hujan (seperti kita ketahui Bogor adalah kota hujan), saya tidak bisa membayangkan dimana harus berteduh.

berteduh di stand Dua Kelinci

Terlepas dari rasa kecewa karena masih banyak wahana yang belum beroperasi, Jungleland saya nilai cukup bagus, walaupun jika dibandingkan dengan Batu Secret Zoo, menurut saya Jungleland is way too expensive. Di Batu Secret Zoo dengan Rp 99 ribu kita bisa mendapatkan Zoo yang bersih, waterpark dan wahana bermain. Tapi memang jika dibandingkan dengan Jungleland, wahana di Batu Secret Zoo kurang seru (aka ga kelas dunia mungkin ya?). Walaupun demikian, lebih banyak wahana yang bisa dimainkan kiddos di Batu Secret Zoo.

Jungleland Sentul harus menyediakan stroller seperti di Hongkong Disneyland untuk anak, karena area yang dilalui cukup jauh. Loh kan wahana kelas dunia, fasilitas pun harus kelas dunia donk ya?

Untuk menutup posting ini, if you ask me if Jungleland worth a visit? Mmm mungkin nanti setelah semua wahana beroperasi. Saya beruntung hanya membayar Rp 100 ribu untuk kunjungan kali ini (biaya kiddos ditanggung papanya koko Nuel, makasih ya Oom...). Jadi saya tidak merasa rugi for this visit. Tapi kalau harus bayar Rp 300 ribu untuk bertiga, pasti saya mikir dulu deh, terlebih karena wahana yang bisa dinaiki kiddos terbatas. Apalagi kalau sudah harga normal yang artinya saya harus bayar Rp 600 ribu? Oh noo.. mikirnya jadi tiga kali:p

Sementara wahana belum semua beroperasi, IMO, spending Rp 200.000 for an unfinished theme park considered not worth it. Tapi jika nanti sudah beroperasi semua, lumayan murah apalagi dibandingkan dengan entrance fee theme park di negara lain.

Kiddos sangat menikmati satu hari bermain di Jungleland, di mobil mereka bernyanyi theme park Jungleland yang terus diputar selama kami disana : Jungleland Jungleland dunia ceria..Jungleland Jungleland dunia kita semua.. 

bye Jungleland

 Tips mengunjungi Jungleland:

  • bawalah topi, payung dan kenakan sunblock. Area Jungleland masih sangat gersang.
  • kenakan sepatu yang nyaman, karena area yang harus dijelajahi cukup besar.
  • bawalah uang kecil untuk membeli minuman dan makanan ringan di dalam area Jungleland.
  • tissue kering dan tissue basah akan dibutuhkan, karena dari berapa kali toilet break, saya hanya menemukan tissue di toilet dekat mushola (belakang rumah jelangkung)
  • sebetulnya tips keempat mau tulis bawalah makanan dan minuman secukupnya karena makanan yg terbatas di dalam Jungleland, tapi di depan pintu masuk tertera dilarang membawa makanan dan minuman dari luar...errrr...


written on August 5, 2013

Ditulis oleh: 

Tesya Sophianti 

Email her: [email protected] 

Visit her blog : http://www.tesyasblog.com 

Follow her twitter: https://twitter.com/tesyasblog