Photo by liburananak.com

About Komunitas Hong: Surga Permainan Anak Tradisional

Permainan anak-anak zaman sekarang sepertinya lebih mengeksplorasi kemampuan individual sehingga mereka menjadi kurang kreatif, anti sosial, serba mau cepat, dan malas bergerak. Mungkin Anda khawatir ketika Anak sudah kecanduan permainan modern yang beberapa di antaranya justru mengenalkan kekerasan.

Di Kawasan Dago, Bandung kita dapat menemukan sebuah tempat menarik yang melestarikan permainan khas Nusantara terutama Jawa Barat. Tempat ini menjadi surga permainan tradisional bagi anak-anak dan juga orang dewasa. Di sini juga tersedia beragam makanan khas tradisional Sunda yang nikmat rasanya. 

Komunitas Hong mengelola tempat ini dengan area yang cukup besar untuk menampung lebih dari 100 orang ditambah area parkir luas hingga 20 mobil dan 50 motor.  

Anak-anak perlu dibawa ke komunitas ini untuk bermain sekaligus belajar tradisi kebudayaan serta aneka ragam permainan tempo dulu. Untuk menikmati tempat ini dibutuhkan minimal setengah hari demi dapat merasakan permainan tradisional dalam kegembiraan yang meruah berbalut kearifan lokal. 

Anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar membuat ragam mainan dari daun kelapa dan belajar membuat janur dalam bentuk seperti udang, pecut, dan keris. Ikutlah juga bermain boy-boyan, bebentengan, atau enggrang yang selain membawa keceriaan juga mampu melatih keseimbangan anak-anak. Permainan tradisional ini sarat dengan nilai-nilai luhur dan pengetahuan. 

Anak-anak bersama-sama komunitas ini akan diajak menggali dan merekonstruksi mainan rakyat dari tradisi lisan atau tulisan berupa naskah-naskah kuno. Mereka akan mengajak kita dan anak-anak kita untuk mengenal mainan rakyat dengan tujuan menanamkan pola pendidikan sehingga seorang anak mengenal dirinya, lingkungannya, dan Tuhan-nya.

Kata ‘hong’ sendiri mempunyai arti harfiah  ‘bertemu’. Dipastikan akan sulit bagi Anda menemukan tempat semacam ini di Indonesia dan bisa jadi ini adalah pelopor dan satu-satunya!

Di Komunitas Hong kita dapat turut melestarikan produk mainan rakyat sebagai artefak budaya agar tidak punah dan tetap lestari. Mereka juga membina budaya bermain anak melalui pelatihan bagi anak-anak agar budaya bermain yang berbasis budaya lokal tetap bertahan. Selain itu mereka mengembangkan produk mainan rakyat sebagai dasar pengembangan mainan anak yang ada untuk kebutuhan dalam dunia pendidikan.

Pendiri Komunitas Hong adalah Mohammad Zaini Alif atau sering disapa Kang Zaini. Ia meneliti tentang seni dan budaya sejak 1996, kemudian tahun 2005 komunitas ini berdiri hingga peresmiannya tahun 2008. 

Dilatarbelakangi penelitian permainan Sunda kemudian Kang Zaini berniat melestarikannya dengan mendirikan Komunitas Hong. Dia bercita-cita menghidupkan kembali berbagai khazanah permainan tradisional Jawa Barat dan Nusantara. Kang Zaini mendapat penghargaan sebagai Social Entrepreneur dari British Council 2010 atas upayanya dalam pemberdayaan masyarakat sekitar melalui Komunitas Hong. 

Saat ini Komunitas Hong telah mendokumentasikan 250 macam permainan anak tradisional Sunda, 213  permainan tradisional Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 50 jenis permainan dari Lampung. Selain itu, komunitas ini berupaya menjadi Pusat Kajian Mainan dan Permainan Rakyat dengan koleksi sekitar 100 jenis permainan tradisional dari 10 negara.

Komunitas Hong kini memFiliki 150 anggota yang berasal dari masyarakat tingkatan usia 6 tahun sampai 90 tahun. Kelompok anak adalah pelaku dalam permainan sementara orang dewasa sebagai narasumber dan pembuat mainan.

Komunitas ini juga membangun Museum Mainan Rakyat di Bandung untuk mengangkat dan memperkenalkan mainan rakyat. Selain itu mereka membangun Kampung Kolecer yaitu tempat untuk melatih mainan dan permainan rakyat di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

Ada yang menarik untuk tidak dilewatkan adalah Festival Kolecer, yaitu festival mainan rakyat dengan berbagai upacara adat.

 

Untuk mencicipi kelezatan kulinernya, ada paket makanan seharga Rp25.000,00 untuk sarapan dan makan siang yang dimasak ibu-ibu sekitar Komunitas Hong. Mmh...rasanya nikmat dan khas, jangan sampai Anda lewatkan mencicipi singkong kelapa, kacang rebus, ubi rebus, dan bandrek. Cara penyajian bandrek-nya cukup unik karena bukan menggunakan gelas tetapi batok kelapa. Panas bandrek akan mengharumkan wangi batok kelapa sehingga rasa bandrek tambah nikmat. Dalam menu makan siang juga unik karena bahan yang digunakan alami seperti rebung dari bambu, bunga honje, dan jantung pisang yang diolah.


Temukan tempat menarik ini di  Pakarangan Ulin Dago Pakar, Jalan Bukit Pakar Utara No. 35, Bandung. Lokasinya di Dago Atas dapat dijangkau dengan angkot jurusan Dago-Ciburial hingga pertigaan Dago Pakar kemudian dilanjutkan naik ojek. Dengan kendaraan pribadi atau sewaan maka Anda dapat lebih mudah dan cepat mencapainya.

Setiap minggunya juga ada acara Buka Leuit (lumbung mainan), upacara hempul, dan hong jaga leuweung (wana wani wano). Di Komunitas Hong juga ada leuit hempul yaitu lumbung besar untuk menyimpan mainan, ada  saung gede berupa ruang berbentuk saung serba guna fungsinya. Selain itu ada saung lisung dan saung jawa serta Amphi Theater dengan kapasitas  50 orang. 

Syarat-syarat untuk dapat bermain & berekreasi di Komunitas Hong, adalah sebagai berikut:

  1. Harus pesan tempat terlebih dahulu via telepon karena daya tampung hanya 100 orang bila ingin nyaman dalam bermain. Bisa telp ke: 085295111950 atau 022-2515773
  2. Minimal pendaftaran 1 kelompok yang terdiri dari 30 orang agar seimbang dengan jumlah anak-anak Komunitas Hong yang akan membimbing bermain
  3. Bermain dapat dilakukan oleh anak-anak, remaja sampai orang tua. Sekarang ini malah lebih banyak orang tua yang ikutan agar dapat membimbing anak-anaknya bermain secara kreatif di rumah
  4. Tahapan acara bermain di Komunitas Hong yaitu :
    a. Helaran atau penyambutan mainan rakyat
    b. Membuat mainan bersama dari bahan alam seperti mainan dari daun kelapa dan pelepah singkong
    c. Bermain bersama permainan rakyat seperti permainan sasalimpetan, dll
    d. Mencoba mainan seperti egrang dan kelom batok

Durasi bermain di Komunitas Hong adalah 3 jam

Harga tiket sementara ini (November 2011) untuk paket mainan diatas Rp. 50.000,-/orang. . Apabila datang ke sini lebih dari 100 orang ada potongan harga. Cara pembayaran adalah secara tunai dan belum tersedia sistem debit atau credit bank.

sumber: http://www.indonesia.travel/id dan Komunitas Hong

You need to Login or Register to post a review


Recommended Hotels & Restaurants


You need to Login or Register to ask a questions


You might also like this place

Download Our Apps