Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga keluarga kami menjejakkan kaki ke tanah United Kingdom (atau lebih beken disingkat dengan UK) pada liburan Lebaran kemarin. #UKTrip ini sudah saya impi-impikan sejak lama.

Saya dan suami adalah sama-sama penggemar berat segala hal tentang UK, kalau suami ingin sekali ke UK karena beliau penggemar berat Manchester United, kalau saya simply karena yang ada dalam otak saya UK itu Eropa banget dan stylish :-) Lihat saja berbagai macam pernak-pernik UK yang ada di Jakarta, printilan-printilan kecil di toko buku atau aksesoris, bergambar boks telpon merah, bus double decker merah, maupun prajurit bertopi tinggi dari bulu beruang warna hitam... Ah, makin ingin saja kaki ini menjejakkan kaki ke UK. Selain itu dari masa SMA dulu, biasanya saya suka dengan lagu-lagu dari band-band Inggris, yang katanya alirannya BritPop. Wah, lengkap deh alasan saya buat menjadikan UK masuk dalam #bucketlist travelling saya.

Travelling tanpa anak bagi kami rasanya tidak lengkap, oleh karena itu kami dari awal memang berencana untuk mengajak anak-anak kami (8 tahun dan 6 tahun) ikut ke UK. Was-was? Iya. Khawatir? Banget. Ini pertama kalinya mereka akan terbang long haul. Lebih khawatirnya dari segi itu sih.

Kalau soal makanan, cuaca, dan aktivitas disana, saya tidak terlalu khawatir, karena dari hasil baca buku dan browsing, UK khususnya London merupakan salah satu tempat yang kids friendly di muka bumi ini :-) Kami memang tidak menggunakan jasa tour&travel untuk travelling ke UK ini, karena selain ingin waktu yang lebih fleksibel (maklum bawa anak-anak, kalau cape ya mereka harus istirahat, tidak bisa terikat jadwal yang sudah disiapkan tour&travelnya), kami juga ingin merasakan jadi Londoners (sebutan buat warga asli London) dengan tinggal di flat penduduk lokal yang kami sewa melalui AirBnB, sebuah situs khusus untuk booking apartemen.

Berikut adalah ‘hal-hal besar' yang harus disiapkan sebelum keberangkatan ke UK :

  1. UK Visa.
    Pengalaman kami, UK Visa sangat mudah untuk diurus mandiri (tanpa menggunakan agen).
    Yang agak memakan waktu hanya mengisi aplikasi secara online. Namun setelah itu, semuanya berlangsung cepat dan mudah, bahkan kami tidak mendapat panggilan interview. Sepertinya lebih mudah mengurus UK Visa daripada Schengen Visa, karena salah satu syarat Schengen Visa adalah harus ada travel insurance, sedangkan untuk UK Visa tidak perlu ada travel insurance. Selain itu, untuk apply UK Visa tidak perlu juga memperlihatkan dokumen bookingan tiket pesawat dan akomodasi lho. Informasi UK Visa bisa dilihat secara lengkap di
    http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/

  2. Tiket Pesawat.
    Bagian paling mahal dari #UKTrip kami adalah tiket pesawat.
    Kami sengaja memilih maskapai dari Timur Tengah, selain karena makanannya pasti halal, juga karena ada waktu transit entah itu di Doha (jika naik Qatar Airways), Dubai (jika naik Emirates), atau Abu Dhabi (jika naik Etihad). Karena ini long haul pertama dengan membawa anak, maka kami ingin ada waktu transit di tengah perjalanan untuk mengobati jika anak-anak bosan di pesawat. Kemarin kami menggunakan Qatar Airways, dengan waktu perjalanan Jakarta-Doha sekitar 8 jam 45 menit dan Doha-London sekitar 6 jam 45 menit. 

                                                Anak-anak kami senang naik Qatar Airways. Entertainment-nya oke banget sehingga mereka tidak bosan dengan penerbangan yang lama.


    Biasanya di penerbangan long haul, anak-anak akan dapat goodie bag dari maskapai pen-erbangan. Kemarin naik Qatar Airways dikasi goodiebag Spongebob ini, so cute!

  3. Akomodasi.
    Mau menginap di hotel atau hostel atau apartemen? Tergantung selera dan kebutuhan keluarga Anda.
    Kemarin kami memutuskan menginap di Apartemen.
    Alasan pertama adalah harga permalam di apartemen di kota London jauh lebih murah daripada menginap di hotel atau hostel.
    Alasan kedua adalah agar kami bisa ‘packing light' dengan membawa ‘hanya' 2 koper ukuran sedang, maksudnya bawa baju sedikit saja, bisa nyuci baju pakai mesin cuci di apartemen :-)
    Alasan ketiga adalah agar saya bisa masak minimal untuk sarapan dan makan malam (maklum perut Indonesia, harus makan nasi, jadi saya bawa mini ricecooker dari Indonesia).
    Dan dibalik semua itu alasan utama milih tinggal di apartemen adalah pengen ngerasain jadi Londoners beneran, tinggal di flat asli orang sana. Dan ternyata nggak nyesel lho milih tinggal di apartemen, karena apartemen yang kami sewa ternyata cute sekali, UK banget dengan bata merah dan lingkungan sekitar yang tenang dan seperti di film-film yang pernah saya tonton, hehe...

Flat kami selama 9 malam di London, batu bata bersusun, kayak di film-film banget :-)
Bagian dalam flat kami, terdiri dari 2 kamar, 1 kamar mandi, ruang duduk dan tentu saja dapur yang lengkap banget peralatannya buat masak :-)


Komplek permukiman disekitar flat kami, tenang dan nyaman buat jalan kaki ke stasiun Underground :-)

Tips-tips lainnya yang perlu disiapkan juga sebelum ke UK adalah :

  1. Perhatikan musim apa yang sedang berlangsung disana, panas, gugur, dingin, semi? Karena menentukan baju model apa yang perlu dibawa oleh kita dan anak-anak. Ketika kami sampai disana sedang musim panas, tapi tetap saja anak-anak perlu membawa jaket, cardigan dan sarung tangan karena walaupun musim panas, London juga sering hujan dan jika hujan maka udara menjadi dingin sekali. Kadang cuaca tidak hujan tapi windy (berangin), jadi anak-anak tetap harus pakai jaket.


                                   London lagi summer, tapi selama 10 hari disana, 3 harinya hujan dari pagi sampai malam.


                                       Kalo ini lagi windy, nggak hujan tapi anginnya kencang banget. Lihat rambut #krucil pada tertiup angin.


  2. UK khususnya London adalah ‘surganya' tempat wisata murah meriah alias gratis, tapi ada beberapa tempat wisata yang mungkin ingin didatangi dan harus membayar, misalnya London Eye, Warner Bros Studio Tour, atau tur ke stadion-stadion klub bola Liga Inggris. Untuk tempat-tempat wisata yang berbayar, alangkah bagusnya jika kita booking tiket online dari Indonesia sebelum kita berangkat, untuk menghindari tidak kebagian tiket apalagi untuk tempat-tempat wisata yang sangat populer dan banyak peminatnya. Kemarin kami booking Warner Bros Studio Tour dan Manchester United Museum & Tour dari Jakarta, seminggu sebelum berangkat.

     Ramenya Warner Bros Studio London. Ini lagi jadi objek wisata no 1 di London, thanks to Harry Potter. Bahkan nggak bisa beli tiket on the spot kalau mau kesini, harus pesan lewat internet saking most wantednya.

  3. Jika ingin keluar dari kota London ke kota-kota lain di UK menggunakan kereta, tiket kereta juga bisa dibooking in advance via internet, bahkan kadang ada harga khusus yang jauh lebih murah jika kita booking in advance. Kemarin kami daytrip dari London ke Manchester menggunakan Virgin Train dengan booking tiket in advance, kami mendapat harga promosi sebesar 60 pounds PP ber-4, padahal harga normalnya sekitar 250 pounds PP ber-4!


                       Daytrip naik Virgin Train London-Manchester. Keretanya nyaman banget, 2 jam perjalanan yang menyenangkan.


  4. Usahakan tidak membawa koper terlalu besar dan terlalu banyak, karena jika kita sampai di Heathrow Airport dan akan menggunakan Underground/tube (kereta bawah tanah di London) ke tempat menginap, banyak stasiun Underground yang hanya menyediakan tangga tanpa elevator dan lift. Maklum, Underground ini jauh lebih tua daripada MRT di Singapore. Tapi, begitu saya menaiki kereta/tube ini, baru saya sadar bahwa MRT Singapore itu men-copy paste tube-nya London :-) 

Tube-nya London yang ternyata ‘moyang'-nya MRT Singapore :-)


Ini stasiun yang pas ada tangga jalan, banyak banget yang nggak punya tangga jalan/lift jadi resiko ditanggung sendiri kalo bawa koper gede2 :-)

Bismillah, sekarang siap berangkat... London, here we come!

*bersambung ke London for Kids part 2, kemana dan ngapain aja di London sama anak-anak?*